Hukum Qurban Online Secara Agama

Hukum-Qurban-Online-Secara-Agama

Qurban adalah salah satu ibadah yang utama untuk dilaksanakan. Meskipun hukumnya sunah, namun qurban tetap menjadi ibadah yang harus diprioritaskan. Pelaksanaan qurban dilakukan untuk semakin mendekatkan diri pada sang pencipta serta berbagi rezeki dan kebahagiaan dengan sesama.

Qurban ini dilakukan di hari tertentu saja yakni hari raya Idul Adha beserta 3 hari tasyrik sesudahnya. Dahulu pengerjaan qurban dilakukan di lingkungan sendiri dengan disaksikan oleh mata kita. Namun, seiring dengan perkembangan zaman kini qurban bisa dilaksanakan secara online yang memudahkan.

Qurban online ini diciptakan untuk memudahkan dalam menjalankan ibadah namun tetap sesuai dengan syariat agama. Dalam perjalanannya, banyak sekali pertentangan yang terjadi pada qurban online. Tak sedikit juga orang yang kemudian mempertanyakan terkait bagaimana hukum qurban online, berikut ulasannya.

Hukum Qurban Secara Online

Qurban online yang menuai banyak reaksi dari masyarakat ini diperbolehkan secara agama. Menurut pendapat para ulama, qurban online diperbolehkan karena tak ada dalil jelas hingga saat ini yang melarang kegiatan tersebut.

Namun, berqurban secara online tetap memiliki konsekuensi tersendiri yakni orang yang berqurban tak akan tahu bagaimana keberadaan secara nyata hewan yang akan diqurbankan tersebut. Pasalnya, mereka tak menyaksikan secara langsung terkait proses penyembelihan hewan qurban secara mandiri.

Berqurban secara online hukumnya adalah sunah, jika dilakukan sebagai perwakilan maka tak akan menjadi masalah. Pada umumnya, jika masyarakat berqurban, maka 1/3 dari bagian daging qurban akan menjadi milik pemilik qurban, dan sisanya dibagikan dan disedekahkan untuk orang yang membutuhkan. Namun, untuk kurban online hal tersebut jelas tidak berlaku.

Selain itu, hukum qurban online juga berbeda dengan hukum yang selama ini ada. Biasanya kita sebagai orang yang berqurban harus menyaksikan secara langsung proses penyembelihan hewan dan juga bisa diwakilkan oleh orang lain.

Namun, proses utama ini menjadi tak dirasakan oleh umat Islam yang memutuskan berqurban dengan cara online. Kekurangan tersebut juga ditambah dengan adanya ketidaktahuan saat penyembelihan hewan qurban.

Bukan hanya itu saja, qurban online juga membuat orang tak mengetahui secara langsung bagaimana penampakan fisik hewan yang diqurbankan. Sehingga asas utama dalam qurban online adalah saling percaya satu sama lain.

Meskipun hukum qurban online diperbolehkan, namun Anda jika ingin qurban harus tetap hati-hati dalam memilih jasa qurban terpercaya yang dapat diandalkan setiap kinerjanya.